Rabu, 08 Februari 2012

Sajak Bening


oleh Saßitah Sûnyi pada 22 Februari 2011 pukul 15:56 ·
Dan ini sepertiga malam, hati meredam kelam. Desau angin lembut menjemput kabut. Mengerling pada reranting kering,pun tetaskan embun pada pepucuk daun... Sepi meletak sunyi. Laun kidung bersenandung ketika bening terlerai dari kelopak netra. Ada harap yang terucap; "wahai Engkau yang menggenggam nyawaku disela telapak jemari tanganMu...ampuni aku"

Tertatih


oleh Saßitah Sûnyi pada 1 Maret 2011 pukul 10:56 ·
Terjebak

Terdesak...

Lalu bagai reranting rapuh

...luruh melambai jatuh

Tanya terjerembab jawab

...entah

Sajak Malam


oleh Saßitah Sûnyi pada 3 Maret 2011 pukul 11:32 ·
Katak-katak terbahak-bahak. Jangkrik-jangkring tertawa-tawa. Dan bahkan, sepertinya seisi penghuni sawah larut dalam desah senandung suara alam pada malam... Dan aku...tetaskan sunyi diri saat semilir angin lirih berbisik; " binatang malampun gelinjangkan asa demi masa akan cita" >> 22.30 PM sawah ndilem

Sisa jejak sajak malam


oleh Saßitah Sûnyi pada 4 Maret 2011 pukul 0:30 ·
Setapak jalan berumput duri alas jati. Pias rona cantik menggelitik tuk bebani langkah kaki... Tanpa senyuman semu. Hanya tatapan netra yang kosong, seiring anjing melolong. Terlukiskan misteri jejak dua alam...malam senyap >> 00.20 AM alas jati 04/03/11

Catatan iseng ( seekor semut )


oleh Saßitah Sûnyi pada 9 Maret 2011 pukul 7:14 ·
Aku melihat seekor semut, sepertinya tersesat. Dan kulihat lagi satu kaki sebelah kirinya tlah patah. Ia tertatih dalam langkah, bingung mencari jalan tuk pulang... Dan aku tertegun ketika lagi-lagi kulihati, ternyata ia memanggul serpihan roti, pun tiga kali lebih besar dari tubuhnya.

Syair Sunyi


oleh Saßitah Sûnyi pada 10 Maret 2011 pukul 12:23 ·
Gelap kelopak malam lelapkan syair yang tlah hilang. Mengawang makna memetik kata tanpa gelinjang rasa... Hanya langut diri tiduri sepi, saat langit terisi lengkung sabit dewi malam. Pun tanpa kerlip zohra... Saßitah sunyi

Sajak nan lantak


oleh Saßitah Sûnyi pada 19 Maret 2011 pukul 6:23 ·
Jangan memaksaku menulis syair cinta karna kataku bernyawa terista... Jangan memaksaku menulis sajak asmarandhana karna kataku sumbang melagu lara... Biarkan syairku mengalir sunyi...atau bahkan...biarkan mati.