oleh Saßitah Sûnyi pada 29 April 2011 pukul 9:10 ·
Terukir
ngilu tentang teristamu. Engkau datang tertatih membawa luka. Perih
merintih merenai rembih... Aku dengarkanmu. Isak menyesak menahan tangis
bagai gerimis merimis pada malam... Tentang dia yang menyayat luka pada
jiwamu seakan mampu kurasakan nyilu... Duhai dara. Biar ku usap lembut
bening air matamu. Simpaikanlah sayap rapuhmu pada bahuku. Dengar
bisikku; jika terasa berat beban itu...letakkanlah. Senyumilah terista
jika masih ingin mensyukuri indahnya dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar