oleh Saßitah Sûnyi pada 22 Februari 2011 pukul 15:56 ·
Dan
ini sepertiga malam, hati meredam kelam. Desau angin lembut menjemput
kabut. Mengerling pada reranting kering,pun tetaskan embun pada pepucuk
daun... Sepi meletak sunyi. Laun kidung bersenandung ketika bening
terlerai dari kelopak netra. Ada harap yang terucap; "wahai Engkau yang
menggenggam nyawaku disela telapak jemari tanganMu...ampuni aku"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar