oleh Saßitah Sûnyi pada 20 Juli 2011 pukul 11:06 ·
Serupa
angin menyeruak rimbun taman ilalang, mengais lajur membelah desah
tanpa arah... Senandung sapapun seakan hampa. Panaka secangkup asa yang
tak jua meletak nyata serupa ceritera sajak tembang asmaradana...
Ragupun membiru tak jua lelehkan beku. Kepastian nan tak jua
terungkapkan. Kebimbangan yang masih saja manja tuk tetaskan bayang...
Masihkah kan terus mengukir asa pada jumantara rasa? Gundah hanya mampu
mengejawantah...entah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar