Rabu, 08 Februari 2012

Luruh


oleh Saßitah Sûnyi pada 19 Mei 2011 pukul 13:15 ·
Kemudian anggun pesonamu membelenggu rinduku. Sebab rasa yang tersisa hanya serupaa tembang asmarandhana... Kemudian ranum senyum bibirmu membungkam kalimatku. Sebab dihadapmu tiada kata yang mampu terlempar keluar tuk dicipta... Lalu binar netramu silaukan socaku. Sebab saujanaku hanya ada bayangmu. Sungguh; aku luruh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar