oleh Saßitah Sûnyi pada 19 Mei 2011 pukul 13:15 ·
Kemudian
anggun pesonamu membelenggu rinduku. Sebab rasa yang tersisa hanya
serupaa tembang asmarandhana... Kemudian ranum senyum bibirmu membungkam
kalimatku. Sebab dihadapmu tiada kata yang mampu terlempar keluar tuk
dicipta... Lalu binar netramu silaukan socaku. Sebab saujanaku hanya ada
bayangmu. Sungguh; aku luruh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar