oleh Saßitah Sûnyi pada 13 Juli 2011 pukul 14:29 ·
Senyum yang kau tanamkan pada kebun hati terasa mati
Sekejap mengecap keindahan kasih jua sayang lalu mudah merangkak hilang
Dear perempuan maya...
Binar soca yang kau pijarkan seakan silaukan pandang
Hanya sesaat layangkan pesona tatap, lalu mudah meredup lenyap
Dear perempuan maya...
Kata yang kau tata seakan rajutan manja
Rayu dalam balutan rindu,mudah tuk melangkah lalu
Dear perempuan maya...
Kebekuan hati terasa kebas tuk tersakiti,
lalu mudah meludah nyeri
karna aku...
...lelaki sunyi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar