oleh Saßitah Sûnyi pada 27 Juni 2011 pukul 12:58 ·
Mari
bicara tanpa perlu kata bijaksana tentang negeri yang katanya kaya
raya. Saking kayanya hanya dengan sebatang kayupun mampu menyuapi mulut
isi perut seluruh penghuni negeri. Atau bahkan kemilau emaspun
terpampang menggunung gunung... Mari bicara memisuh tanpa perlu membuat
rusuh tentang negeri yang santun. Bahwa MUNGKIN orang bijak selalu diam
saat terkena tipuan. Saking bijaknya orang penghuni negeri mengatur
aturan yang sebenarnya; PERATURAN DIBUAT UNTUK DI LANGGAR... Mari bicara
yang seadanya begini adanya. Bahwa sebenarnya benar kita terlahir dari
rahim ibu pertiwi yang terlihat nyeri. Bahwa sebenarnya benar bahwa
kekayaan bunda nusantara raya hanya milik penguasa ! Kita hanyalah
mainan para pejabat keparat laknat. Penjahat berdasi BERMUKA TAI hanya
memperkaya diri sendiri. Koruptor bermain birokrasi tanpa miliki hati
nurani ! Namun satu hal; kita harus tanamkan pada diri untuk tetap
mencintai ibu pertiwi !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar